Playback/Lipsync sepertinya jd sebuah bahasan menarik. Bahasan yg menimbulkan pro dan kontra. Bahasan yg menimbulkan 'pertempuran' setelahnya. Apa sih Playback?
Memainkan/memutar kembali, itu pengartian Playback. Sedang lipsync mungkin hanya tertuju pada vokalis/penyanyi-nya saya. Sync (dari Synchronization) berarti keserempakan, penyelarasan. Berarti mengkompakkan mulut dengan bunyi. Hehe, kalo kata sebagian teman (termasuk saya), kl playback itu berarti 'berakting'.
Oiya, ada juga Minus1. Ini seperti karaoke. Jadi musiknya ada, tapi vokalnya tidak. Vocalis/penyanyi ttp bernyanyi secara live.
Di industri saat ini selain tampil live, Playback dan Minus1 menjadi pilihan. Kenapa? Ini mengacu pada teknis saat pelaksanaan di lapangan.
(1). Kl jam tayang acara tv itu pagi2, dan pengisi acaranya ada 3 band atau lebih, berarti waktu soundcheck bisa jam 1 atau 2 malam. Termasuk routing, line check. Sound balance dll. Pertanyaannya...
(A) dibutuhkan waktu berapa lama
(B) dibutuhkan berapa line/channel untuk band itu?
(C) apakah tim produksi dari tv yg bersangkutan siap dengan itu? (Karena ini stripping setiap hari. Perhatikan kondisi fisik)
(2). Kl pelaksanaan acara musik itu di mal atau lokasinya dekat dgn pemukiman warga, waktu soundcheck td pasti akan sgt menggangu (bisa2 dibawain parang sm mereka, hihi)
(3). Karena dlm acara musik spt ini ada hub simbiosis mutualisme, dalam artian tv mendapatkan tayangan dan musisi mendapatkan sarana promosi, maka budgetnya biasanya tidak banyak. Sedangkan untuk produksi dr manajemen band pun tetap. Bayar crew dan produksi2 lainnya. akan menjadi suatu penghematan apabila ini dilakukan secara playback atau min1.
(4). Untuk single baru, kadang diperlukan sound yg clear, jernih supaya bisa didengarkan pemirsa dgn lebih enak. Supaya lagunya bisa terdengar lbh enak. Broadcast yg kadang bermasalah (ini menyangkut byk hal) terutama di sound balancing, akan mengurangi esensi lagu tsb.
Pandangan saya (dan ini yg terjadi sm drive), apabila dirasa keadaannya tdk kondusif untuk live secara full band, dan jg line-nya kurang memadai untuk akustikan secara live, ya minus1. Kenapa? Karena untuk masyarakat, yg penting mereka mendengarkan vokal secara live. Kl mau puas menyaksikan performa suatu band, nntn off air. Itu akan lebih memuaskan. Saya pernah mengunderestimate suatu band, tp pas nntn mereka live..., pandangan saya berubah. Atau sebaliknya, saya menganggap hebat suatu band, saat menonton mreka off air, saya anggap mereka biasa aja. It happened =).
Jadi, ini memang kecenderungan yg terjadi di industri musik di pertelevisian saat ini. Mungkin bbrp tahun ke belakang kita bisa menikmati tayangan live suatu band secara full. Cm di tengah derasnya acara musik saat ini, kt mmg hrs 'mengikuti' sejenak, untuk win2 solution antara kebutuhan band, manajemen, crew, pihak televisi dan juga masyarakat yg menontonnya.
Semoga industri musik Indonesia semakin maju dan kritis. GO!!